BANDAR LAMPUNG -- dikutif dari cnn indonesia, Banjir bandang yang menerjang Jembrana, Bali, pada Minggu (16/10) mengakibatkan 156 rumah warga terendam, tujuh jembatan putus dan 1 orang meninggal dunia. Pasca banjir bandang, bantuan ke jembrana terus mengalir. Begitu pula yang di lakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung, yang melakukan pengalangan dana dengan cara turun ke jalan.
'Sejak, selasa (18/10) dari jam 16.00 sampai 17.00 di lampu merah lungsir, penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang jembrana, telah kita lakukan. Dan astungkara dana yang terkumpul sejumlah 1.300.000, rincian dananya 770.000 dari penggalangan dana yang turun kejalan dan 550.000 via transfer. Seluruh dana yang terkumpul ini nantinya akan kita sumbangkan melalui Bapak Gede Agus, yang merupakan salah satu warga Jembrana yang terdampak banjir bandang. Yang kemudian akan dibagikan kepada korban banjir bandang,' ujar Made Ratna Lohita, Ketua BEM STAH Lampung saat di wawancara setelah penggalangan dana selesai.
Sabtu (22/10), dana yang telah dikumpulkan kemudian di serahkan kepada Bapak Gede Agus melalui trasnfer bank, dan nantinya Bapak Gede Agus ini yang akan membantu BEM STAH Lampung untuk membagikan sembako secara merata. Dana sejumlah 1.300.000 dibelikan sembako yaitu beras dan mie instan, setiap kantong plastik sembako berisi 5 Kg beras dan 10 bungkus mie instan sehingga mendapatkan 12 kantong plastik sembako. Pada Minggu (23/10) kemarin, Bapak Gede Agus membagikan bantuan kepada korban bencana banjir Jembrana.


